Selamat Jalan Bpk. Rosihan Anwar
Satu lagi mutiara bangsa pergi. meninggalkan nama yang harum dan kebanggaan pada bangsa ini, pernah memiliki sastrawan seperti dirinya. Rosihan Anwar. beliau lahir di Kubang Nan Duo, Solok, Sumatra Barat, pada tanggal 10 Mei 1922. Karier beliau sebagai sastrawan dimulai saat beliau mempublikasikan puisi puisinya di berbagai media massa, seperti di SURAT KABAR ASIA RAYA, MERDEKA dan Majalah mingguan.
Di salah satu artikel yang pernah saya baca, beliau pernah menterjemahkan puisi seorang pahlawan kemerdekaan Filiphina, Yose Rizal, yang berjudul “Mi Ultimo Adios” (salamku yang terakhir), diterjemahkan Rosihan menjadi “Selamat Tinggal”. karena itu, pada tahun 1961, dalam rangka memperingati hari ulang tahun pahlawan itu, pemerintah Filipina mengundang Rosihan Anwar ke negaranya. “Selamat Tinggal” / “Mi Ultimo Adios” dalam bahasa Indonesia pun berkumandang.
bak kata pepatah, Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Begitu pula dengan Bapak Rosihan Anwar. bangsa ini berduka, bapak presiden pun berharap akan tumbuh Rosihan Anwar-Rosihan Anwar lainnya.
Ditengah negeri ini yang tengah galau, kepemimpinan yang mengecewakan. para dewan rakyat yang semestinya mementingkan kebutuhan rakyat, justru malah menutup telinganya terhadap kesulitan-kesulitan rakyatnya. Betapa tidak, ditengah kemiskinan, kebutuhan akan sekolah, para dewan tetap kekeh untuk membangun gedung baru untuk tempatnya bekerja, yang akan menelan biaya sama dengan membangun 23.000 sekolah... huuuft...
setidaknya itulah yang dirasakan rakyat kecil, dimana untuk makan saja mereka berfikir, dari mana akan mendapatkan uang.
kecewa, tentu saja. kebanggaan, kepercayaanpun punah....
betapa kita rindu akan sosok pimpinan yang menyayangi, mengayomi dan melindungi rakyatnya.
Namun satu persatu kebanggan negri ini gugur....
orang yang teguh berpendirian, kuat dalam bersikap, berakhlak dan berbudi luhur...sungguh negri ini membutuhkan penerus negri yang memiliki sosok seperti itu.. agar negri zamrud khatulistiwa ini kembali berseri, sejahtera dan memberi kedamaian.
Namun kini, kepala tertunduk, seiring dengan doa semoga Arwah beliau ditempatkan Allah ditempat yang mulia disisi-Nya. Amiiin...
Selamat jalan Bapak Rosihan Anwar...
Riri
No comments:
Post a Comment