Wednesday, February 9, 2011

Remaja


.....Mengenal Remaja....

lagi pusing menghadapi remaja anda? yup itu juga yang sedang aku alami...
gimana enggak jagoan kecilku yang dulu begitu manis (sikapnya maksudnya) hehehe, penurut dan dengan prestasi yang cukup memuaskan tiba2 berubah menjadi seseorang yang berbeda...
seolah2 dia bukan anakku yang dulu..

tingkahnya juga bikin deg deg-an..., maklum aja, baru kali ini punya anak remaja... hihihi
gak mau kalah dengan kemajuan zaman.. ga mau juga kehilangan masa masa "kebersamaan" dengan anakku.

waduh... harus cari tau nih....  belajar lagi dan lagi...
untuk menjadi ibu yang terbaik buat anakku...
tetap meneruskan cita2ku, mendampingi buah hatiku, menapaki hari harinya, agar kelak dia dapat berdiri tegak dan penuh keyakinan, menggapai mimpinya..!!

pelajaranpun dimulai dengan mengenal karakter remaja pada umumnya. Tidak ada patokan umur yang pasti untuk seseorang disebut remaja.  sekarang ini, seseorang yang berusia  11 tahun sudah bisa disebut remaja. 

ada beberapa tanda-tanda seseorang bisa disebut remaja, misalnya secara Biologis,
pada masa ini hormon seseorang akan aktif, bagi remaja putri,  hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. remaja putri akan mendapat menstruasi, sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang, dll. 


Bagi remaja putra, merangsang pertumbuhan testosterone. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. remaja putra mulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone.   Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja.

Selain perubahan secara biologis tadi tentunya para remaja kita juga mengalami perubahan tepatnya perkembangan dalam pola berfikirnya
mereka memiliki pola pikir sendiri dalam memecahkan masalahnya. itulah sebabnya mereka cenderung tertutup dalam menceritakan masalahnya pada orang lain terutama orangtuanya. 

Mereka tidak lagi menerima informasi apa adanya, karena pola berfikir multi dimensi mereka yang juga berkembang. 
Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan rencana untuk masa depan.

Namun banyak remaja kita yang tidak mampu mengembangkan hal ini. bahkan orang dewasa pun ada yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan pola berfikir yang maksimal. 
Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya, dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi
hal ini biasanya akibat sistem pengajaran kita yang menggunakan metode satu arah. pola asuh yang selalu memperlakukan anak layaknya anak kecil pun akan mempengaruhi hal ini, sehingga remaja tidak memiliki keleluasaan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan mental dan usianya.
Semestinya, seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka  lulus sekolah menengah, sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik.

seiring dengan berkembangnya kehidupan para remaja, perkembangan Psikologis  juga akan sangat banyak mempengaruhi perilaku mereka.
karena hormon yang tidak stabil bisa menyebabkan mereka sulit mengendalikan emosinya. orang bilang,  Moody. beban disekolah, dirumah maupun dipergaulannya akan sangat mempengaruhi hal ini.
mereka seringkali beranggapan bahwa mereka mampu melakukan apapun, sehingga mereka terlihat tidak memikirkan akibat dari perbuatan mereka. 
sering melakukan  tindakan impulsif, sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang.
 bagi mereka yang sering diberi kesempatan untuk mempertangung-jawabkan perbuatan mereka, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati, lebih percaya-diri, dan mampu bertanggung-jawab
Rasa percaya diri dan rasa tanggung-jawab inilah yang sangat dibutuhkan sebagai dasar pembentukan jati-diri positif pada remaja.  Kelak, ia akan tumbuh dengan penilaian positif pada diri sendiri dan rasa hormat pada orang lain dan lingkungan. 
 Bimbingan orang yang lebih tua sangat dibutuhkan oleh remaja sebagai acuan bagaimana menghadapi masalah itu sebagai 'seseorang yang baru'; berbagai nasihat dan berbagai cara akan dicari untuk dicobanya.  Remaja akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh para 'idola'nya untuk menyelesaikan masalah seperti itu.  Pemilihan idola ini juga akan menjadi sangat penting bagi remaja.

seringkali karena banyak perubahan pada dirinya, si remaja cenderung menarik diri dari orang tuanya. hal ini karena mereka khawatir tidak disetujui, di tentang atau bahkan dilarang oleh orangtuanya dalam melakukan sesuatu.
 ini pula yang menyebabkan orangtua cenderung khawatir karena merasa kehilangan kontrol terhadap anaknya.
pada saat inilah, kehilangan komunikasi antara remaja dan orangtuanya terjadi.  Orangtua dan remaja mulai berkomunikasi dengan bahasa yang berbeda sehingga sering terjadi salah paham

oleh karena itu, tentunya kita mulai mencoba mengerti  keadaan remaja kita. mencoba memahami perasaan mereka. meminimalkan salah paham diantara kita,

- mulailah dengan menganggap mereka sebagai seorang individu, yang perlu dihargai dan perlu didengarkan pendapatnya

- tetap tegas terhadap nilai-nilai moral yang dipegang dalam keluarga. memberikan toleransi atau kelonggaran pada batas-batas yang telah disepakati bersama

- memberikan landasan yang kokoh, suasana rumah yang stabil, akan membantu mereka menjadi individu yang diterima sebagai bagian dari keluarga baik dilingkungan rumah maupun lingkungan pergaulannya.

- sebisa mungkin mengenal teman-teman dekat remaja kita. menjadi teman bagi si remaja itu sendiri, mebimbing dan membantu mereka mengendalikan perilaku.

dampingi remaja kita, usahakan kita siap sedia kapanpun mereka butuhkan. karena bagaimanapun mereka belumlah dewasa...
masih mencari jati diri menuju ke-kedewasa-an. tidak mustahil mereka sampai pada satu titik, lelah dan depresi akibat "pertualangan" nya mencari jati diri. saat seperti inilah peran orang tua khususnya ibu sangat diperlukan.

so.. moms, yuk kita dampingi remaja putra dan putri kita. karena masa depan mereka adalah masa depan kita. karena disitulah seharusnya kita berada. disamping mereka.
semoga tulisan  dapat bermanfaat buat kita.

silahkan di tambahkan atau di koreksi jika ada yang tidak tepat.

thanks
 Riri

No comments:

Post a Comment