Saturday, August 20, 2011

Mari Puasa Anakku...


Masih jelas dalam ingatanku rengekan Harum siang tadi. Ga seperti biasanya rengekan Harum hari ini 'pilu' banget...hehehe ~lebay~

Tadi siang disekolahnya diadakan lomba 17an dalam rangka menyambut hari Kemerdekaan RI yang ke 66. Meskipun lombanya bukanlah lomba balap karung, tarik tambang atau yang sejenisnya (mengingat HUT Kemerdekaan RI tahun ini bertepatan dengan Bulan Puasa), tapi mungkin disekolah Harum lebih aktif dari sebelumnya.

Terpancar dari rengekan harum siang ini saat pulang sekolah.
Ga seperti biasanya, saat aku jemput Harum siang tadi, dia lagi rebah di teras mesjid sekolahnya.

Dengan muka cemberut dan mulut manyunnya... Harum mendekati aku sambil berucap,..bundaaa, hauuuussss....
Dengan senyum termanis yang aku punya (caela..hihi) aku pun menjawab santai: memang begitu sayang... kan kita puasa, kalau puasa memang haus. Sabar ya cantiiiiik... jawabku sambil mengecup pipi montok anakku...

Harum naik keatas motor dengan lunglai, seketika badannya bersandar dibadanku. Diperjalanan aku terus memotivasi Harum untuk bisa mempertahankan puasanya. Aku mulai dengan menanyakan hidangan buka puasa apa yang Harum inginkan untuk berbuka nanti ~soalnya biasanya senjata ini paling ampuh untuk mempertahankan puasa harum, hihihi~ tapi kok..... kayaknya kali ini ga mempan ya... :p

Sampai dirumah, seperti biasa setiap kali pulang sekolah selama bulan Ramadhan, aku menemani Harum istirahat siang. Sengaja hidupin AC yang dingiiiin biar hilang hausnya.... ;p.

lagi lagi aku liat Harum masih manyun... tumben nih manyunnya lama banget, batin ku. Melihat gelagat Harum yang masih belum kondusif lagi lagi aku berusaha menghiburnya, membesarkan hatinya, menguatkan tekadnya, untuk tetap mempertahankan puasanya sampai maghrib....

Harum mau batalin puasanya? tanyaku hati hati ~sambil berharap dia untuk bertahan~
Harum cuma menggeleng-gelengkan kepalanya lemas.
Trus kenapa sayang? kok Harum masih cemberut? tanyaku lagi  ~dalam hati berucap Alhamdulillah :)~
Harum haus bunda, tadi disekolah Harum lari lari... jawab Harum, mukanya melaaas banget....
duh anakku.... kalo aja bunda ga kuat mental, udah bunda suruh kamu makan dan minum yang banyak.

Dengan penuh cinta aku usap kepala putriku, lagi lagi aq mencoba memberi motivasi.

Harum bunda ceritain ya.... mulailah aku bercerita kenapa Allah menyuruh kita berpuasa. dimulai dari puasa itu baik untuk kesehatan, orang yang berpuasa itu disayang Allah, bahkan disiapkan pintu surga yang khusus bagi hambanya yang menjalankan puasa.

diakhir cerita aku tekankan, Harum tau ga, kenapa Allah sayang sama hambanya yang puasa?
Harum lagi lagi menggeleng... tapi kali ini dengan semangat yang sudah mulai muncul...

karena..... puasa itu susah sayang... puasa itu kita haus.. puasa itu kita lapar...
nah Allah membalasnya dengan surga yang sangat indah ...

Harum mau kan masuk surga? tanyaku lagi
kali ini Harum mengangguk... ada sejumput senyum dibibirnya

trus nanti Harum mau buka puasa pake apa?
Harum mau makan HokBen bunda, trus beli ice cream Conello..
oke deh, ntar sore kita buka puasa di HokBen ya sayang....
Harum tersenyum senang

Alhamdulillah anakku.... bunda sayaaaaang sama Harum
Harum anak hebat... kuselesaikan ucapanku sambil mengecup kening Harumku tersayang.

Harum menyambut kecupanku dengan pelukan manja. Lalu aku rebahkan badanku disisi anakku.
ga lama berselang, Harum terlelap...

Ada rasa iba melihat dia tidur  kelelahan. Ya Allah ya Rabb.. semoga yang aku lakukan ini benar.

Memang sudah menjadi rencanaku untuk menjaga anak anak di Ramadhan ini. sejak awal tidak ada jadwal ke Mall di bulan Ramadhan. Kalau pergi disiang hari akan membuat mereka lelah, yang mungkin akan mengacaukan puasanya. tidak juga malam hari, karena aku tidak ingin mengganggu sholat Taraweh nya.

Dan untuk lebih memotivasi mereka, aku berusaha memenuhi menu menu apa aja yang mereka inginkan untuk berbuka dan sahur... karena aq ingin, puasa yang mereka lakukan, lapar dan haus yang mereka tahan dapat terbayarkan dengan hidangan hidangan yang mereka inginkan.

Terutama untuk Harum. Kalau kakaknya sudah terbiasa berpuasa, sudah remaja, jadi biasany ikut aja apa yang adiknya inginkan.

tapi hari ini memang terasa berat buat Harum, Namun aku yakin baik untuk putriku yang saat ini duduk di kelas 2 SD. Alhamdulillah pada hari ke 18 saat ini, belum ada yang bolong puasanya... :)

Maafkan bunda ya Nak.. ga ngasih kamu berbuka.... ga seperti bunda bunda temanmu yang mengizinkan anaknya batal puasa.... hihihi (pernah beberapa kali Harum complain... temannya, si A dan si B boleh ga puasa sama mamanya. biasanya aku cuma bilang, kalau Harum kan Hebat... sambil mengecup keningnya. biasanya sih dia langsung senang dan ga komplain lagi. hehehe)

Ya Allah, Ya Rabb..  bimbinglah putriku agar tetap berada dijalanMu. Beri dia kekuatan untuk belajar menjalankan perintahMu... Lindungilah dia ya Rabbi....
bunda loves you Harum....
mmuuaaachhhh....

Riri


No comments:

Post a Comment